Temu Peneliti: Kolaborasi BKHH dan Peneliti dalam Diseminasi Informasi

Sebagai lembaga penelitian terbesar di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berupaya melakukan diseminasi ilmu pengetahuan dan inovasi penelitian dari berbagai bidang keilmuan kepada masyarakat luas. Biro Kerjasama, Hukum dan Humas (BKHH) LIPI dalam hal ini berperan penting menjadi jembatan peneliti dan masyarakat. BKHH dituntut untuk dapat memproduksi dan mengolah data penelitian menjadi konten menarik bagi masyarakat. “Kita adalah wartawan LIPI, ada platform diseminasi ilmu pengetahuan melalui majalah Sainesia, artikel, berita, dan opini. Kita harus terus berinovasi untuk menciptakan konten yang kreatif dengan data dan informasi yang akuntabel,” ungkap Kepala BKHH, Mila Kencana pada acara Temu Peneliti, Selasa (14/7).

Salah satu tantangan dalam pembuatan konten publikasi dan diseminasi ilmu pengetahuan adalah sulitnya menggali informasi data penelitian yang lebih rinci, lengkap dan utuh. BKHH menggagas Temu Peneliti sebagai upaya untuk memonitor, mengetahui, dan mempelajari proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti LIPI. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang komprehensif terkait riset yang sedang dilakukan oleh para narasumber agar dapat dikemas lebih optimal baik dari sisi konten maupun promosi kepada publik,” terang Mila.

Dalam Temu Peneliti kali pertama ini, BKHH menghadirkan Peneliti Biomaterial LIPI, Lisman Suryanegara. Lisman mengungkapkan Temu Peneliti dapat menjadi sarana untuk mendapatkan informasi penelitian. “Tujuan Temu Peneliti yaitu mendengarkan dan menyerap data dan informasi dari peneliti terkait penelitian yang komprehensif,” ujar Lisman.

Lisman kemudian menjabarkan bahwa saat ini Pusat Penelitian Biomaterial LIPI memiliki tiga paten, yaitu paten terkait perekat kayu lapis dan proses pembuatan kayu lapis, paten pembuatan material komposit dari campuran poliasam laktat (PLA) dan paten bahan bakar padat berbasis limbah biomassa disebut biopelet. “Diseminasi penggunaan biopelet sebagai energi alternative pengganti gas pada industri makanan makanan rumaha berada di bawah binaan kelompok usaha Manunggal. Sementara untuk pengembangan teknologi pemurnian garam telah menjadi salah satu prioritas nasional dan merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan impor garam,” jelas Lisman.

Senada dengan Lisman, Peneliti Kimia LIPI, Tjandrawati Mozef mengungkapkan peran dan andil BKHH dibutuhkan dalam dokumentasi dan pembuatan konten publikasi untuk khalayak. “BKHH bisa membantu untuk pembuatan video dan peliputan serta dokumentasi,” kata Tjandrawati.Tjandrawati kemudian berbagi informasi penelitian yang sedang berjalan di Pusat Penelitian Kimia LIPI yaitu pengembangan suplemen kesehatan dari umbi yacon (Smallanthus Sonchifolius) sebagai sumber difructose anhydride III (DFA 3) dan Fructooligosaccharides (Fos).

Menurut Tjandrawati , umbi yacon memiliki manfaat untuk peningkatan penyerapan kalsium dan membantu system pencernaan terutama anak-anak. “Penelitian ini dilatar belakangi adanya kasus kerapuhan tulang yang sangat tinggi di Indonesia, terutama wanita atau pria diatas 50 tahun,” ungkap Tjandrawati. (shf/ed:iz)

 

Leave a Reply