Jakarta, Humas LIPI. Tahun 2020 ini Indonesia dan sebagian besar negara di dunia ini mengalami kejadian yang sangat luar biasa yaitu adanya pandemi Covid-19. Seluruh sektor kehidupan terdampak pandemi ini, tidak terkecuali bidang pendidikan. Namun, di tengah tantangan yang bangsa Indonesia hadapi sebagai dampak pandemi Covid-19, terdapat hikmah dan pembelajaran yang dapat diambil dari pandemi ini.

“Bagi dunia pendidikan, pandemi Covid-19 memunculkan beberapa pembelajaran positif, yaitu: (1) pemahaman orang tua tentang sulitnya menjadi guru karena kondisi pandemi menuntut keterlibatan langsung para orang tua dalam proses pembelajaran, (2) pemanfaatan teknologi yang luar biasa dalam proses pembelajaran, meningkatkan penyerapan teknologi dalam pendidkan, dan (3) mengubah cara kita menghargai kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan khususnya pada solidaritas dan kolaborasi,” demikian sambutan Prof. Ainun Na’im, Ph.D selaku Sekretaris Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada acara forum tematik Bakohumas yang telah diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tanggal 14 Juli 2020.

Lebih lanjut Ainun menyampaikan bahwa “Salah satu keputusan yang diambil oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada masa pandemi Covid-19 adalah menghentikan kegiatan belajar tatap muka langsung di seluruh sekolah sejak Maret lalu dan sebagai gantinya yaitu melalui kegiatan belajar mengajar secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ),” tegas Ainun. “Kebijakan lainnya adalah berupa fleksibilitas bagi kepala sekolah dalam memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah untuk mendukung pembelajaran selama masa pandemi Covid-19, mengenai perubahan pemakaian dana Bantuan Operasional Sekolah, yang sekarang ini dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan layanan pendidikan daring berbayar,” jelas Ainun.

“Pandemi Covid-19 memaksa kita untuk bereksperimen melakukan pembelajaran jarak jauh. Sistem pembelajaran ini memang tidak mudah, tetapi bukan hal yang mustahil untuk dilakukan, pada saat inilah insan pendidikan berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” ungkap Ainun.

“Dalam konteks humas, berbagai penyesuaian kebijakan yang telah ditetapkan dalam masa pandemi Covid-19 dan memasuki kebiasaan baru, termasuk “Seru Belajar Kebiasaan Baru”, memerlukan strategi komunikasi yang tepat,” lanjut Ainun.  Pada forum ini kita akan secara spesifik akan membahas “Seru Belajar Kebiasaan Baru’’.

Bagi humas pemerintahan, korelasi antara peran humas dengan kinerja Pemerintah sangat signifikan. Berbagai kebijakan serta berbagai program yang telah ditetapkan tentunya memerlukan komunikasi publik yang baik dan tepat. Dengan demikian, kebijakan dan program tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan tepat pula oleh seluruh pemangku kepentingan, yang tentunya sangat beragam dari berbagai sisi.

Pertemuan Tematik Bakohumas ini, diikuti oleh humas dari berbagai pemerintahan, lembaga, kementerian. Ainun berharap bahwa,  melalui forum Bakohumas ini dapat menghasilkan satu kesamaan pemahaman dan tekad untuk secara bersama-sama dapat mencapai sasaran yang sama, yaitu tersosialisasinya “Seru Belajar Kebiasaan Baru” dalam dunia pendidikan. (Rdn/humas/Ed:Yd)

Leave a Reply