Sapa Media #2: Kegiatan Konservasi dan Penelitian Kebun Raya selama Masa Pandemi

By 16/07/2020Berita BKHH

Jakarta, Humas LIPI. Sebagai upaya mengurangi penyebaran Covid-19, Kebun Raya di bawah pengelolaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ditutup sementara untuk publik mulai 19 Maret 2020 lalu. Pekan lalu, Selasa (7/7), Kebun Raya Bogor, dan Kebun Raya Cibodas kembali dibuka dengan sejumlah protokol kunjungan dan evaluasi berkelanjutan.

Saat ini pembukaan Kebun Raya masuk dalam fase 1. Seluruh transaksi, baik tiket maupun penjualan makanan, dilakukan secara digital untuk mengurangi kontak fisik. Jumlah pengunjung juga dibatasi sebagai tindakan dari kontrol keramaian dan jarak antar pengunjung dapat tetap terjaga.

“Kita membuka dalam beberapa fase. Kalau fase 0 sudah baik, makan kami tingkatkan, dan seterusnya,” ujar Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, pada pertemuan Sapa Media #2: Riset dan Konservasi Keanekaragaman Hayati di Masa Kenormalan Baru, melalui Zoom meeting, pada Kamis (16/7).

Namun, selama masa penutupan sementara, kegiatan konservasi dan penelitian tetap berjalan, begitu pula dengan pemeliharaan dan perawatan tanaman. “Penutupan selama empat bulan bukan berarti kegiatan penelitian berhenti. Penutupan sementara untuk publik tapi konservasi dan penelitian tetap berjalan. Walaupun sebagian besar dikerjakan dari rumah, tapi ada sebagian kecil yang tetap melakukan pemeliharaan dan perawatan,” ujar Kepala Pusat Konservasi dan Kebun Raya LIPI, Hendrian.

Selama 2020, Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya menghasilkan beberapa penelitian. Terdapat tujuh jenis baru tanaman, yaitu Hoya sulawesiana, Hoya surisana, Bulbophyllum acehense Metusala, Dendrobium rubrostriatum Metusala, Begonia enoplocampa, Begonia sidolensis, dan Begonia tjiasmantoi.

Ada juga penemuan tiga varietas baru begonia, yaitu Begonia crested, Begonia lugrayasa, dan Begonia bimasena. Selama masa pandemi, Pusat Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya juga menetapkan satu status konservasi baru, yaitu untuk Cibotium arachnoideum yang kini berstatus endangered atau terancam.

Kegiatan Sapa Media diadakan untuk menyampaikan perkembangan terkini mengenai aktivitas LIPI kepada media, khususnya di era new normal. Pada kegiatan Sapa Media, Humas LIPI mengundang media baik cetak, online, maupun siar, untuk mendapatkan sudut pandang media dalam memetakan kebutuhan hasil riset dan aktivitas penelitian yang diperlukan oleh masyarakat. (sr)

Leave a Reply