Pranata Humas LIPI Semakin Kreatif di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, Humas LIPI. Saat ini para pejabat fungsional Pranata Humas (Prahum) dituntut lebih kreatif lagi dalam membuat dan mengemas konten positif dalam menginformasikan kepada publik. “Selama sisa waktu Work From Home (WFH), peran prahum LIPI di tengah pandemi Covid-19 yang utama tingkatkan kreativitas dan mengaktifkan peran nya dengan mengedepankan fungsi layanan publik,” ungkap Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries, pada pembukaan acara virtual meeting Forum Pranata Humas LIPI, Selasa (28/4) . Dirinya menyebutkan, “Promosikan apapun yang baik untuk masyarakat termasuk pelatihan-pelatihan dan pembinaan ilmiah,” paparnya

Nur menyampaikan, manfaatkan waktu untuk mencari tahu, mempelajari, menulis dan menyampaikan inisiatif-inisiatif layanan publiknya LIPI terkait dengan informasi publik. “ Optimalkan produktivitas dan kreativitas, karena yang punya kreativitas adalah pranata humas. ‘Your Jobs security and your professional’,” terang nya. Nur menambahkan, Humas adalah Garda terdepannya. “Kelompok Humas ini dibawah koordinasi BKHH yang ditunjuk lembaga sebagai wakil ketua satgas Covid-19, untuk memastikan bahwa publik merasakan kehadiran organisasi maupun lembaga di tengah pandemi Covid-19,” tutur Nur.

Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI, Mila Kencana, menjabarkan jumlah pranata humas berdasarkan data dari BOSDM ada 104 orang, dengan rincian: Ahli Madya (13); Ahli Muda (40); Ahli Pertama (25); Penyelia (12); Mahir (7); Terampil (7). “Ini menjadi kekutan dan sekaligus tantangan bagaimana kita mengoptimalkan fungsi-fungsi kehumasan layanan publik secara kelembagaan, dengan memberikan kontribusi positif tidak hanya bagi individu selaku pranata humas tetapi juga pada lembaga,” papar Mila.

Mila menerangkan Humas dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat dan informasi publik. Jenis layanan disebutkannya, diantaranya: Informasi Publik; Hubungan Media dan antar Lembaga; Fasilitasi Pemasyarakatan Iptek. Dirinya juga mengatakan peran Humas lembaga adalah penting, karena perlu untuk mengetahui opini publik dan juga menjadi agen pembentuk opini publik. “Hal ini untuk membangun kepercayaan publik atas akuntabilitas lembaga melalui layanan publik dan meningkatkan konten pemberitaan baik di media online maupun media sosial,” terangnya.

“Saat pandemi Covid-19, peran Humas menjadi harapan satu-satunya yang menyiratkan bahwa kehadiran lembaga cukup eksis,” sebut Mila. Seperti komunikasi kepada publik ditunjukkan dengan sinergitas LIPI dengan media telah terjadi siknifikasi peningkatan ekspos pemberitaan LIPI. Juga ekspos kepakaran para peneliti telah dilakukan diseminasi dengan mengemas beberapa event.

Pranata Humas Madya LIPI, Dyah Rachmawati Sugiyanto memaparkan proses bisnis dan program virtual kehumasan yang berjalan dalam masa Covid-19. “Ada beberapa event yang dilakukan Tim Humas dan Informasi Publik, yaitu pameran, Layanan konten website dan Sosial Media, layanan Kepuasan Informasi Publik (KIP) dan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), Kunjungan Ilmiah, Program Virtual Kehumasan dan (Internal), Kelas Online Konsultasi; Media Briefing.

Dyah mengatakan, Tim Humas dan Informasi Publik telah menyusun program kehumasan virtual guna mempertahankan hubungan baik dengan publik dan media. “Kegiatan kehumasan harus dikemas secara kreatif dalam masa pandemi ini agar pemberitaan LIPI tetap baik, serta sebagai upaya mempopulerkan profesi dan sosok para peneliti LIPI,” ungkapnya. Dyah menyebutkan, ada empat program baru virtual untuk eksternal, (1) layanan dimulai 26 April lalu ‘NGAPEL’ ( Ngobrol Bareng Peneliti); (2)Talk to Scientist; (3) Apa kabar Diaspora?; (4) Meet The Students. “Program-program ini dilakukan secara webinar dan rencananya juga tayang di kanal video website PIRN, Kompetisi LIPI, dan Youtube LIPI Indonesia,” pungkas Dyah. (mtr/ed:drs)

 

 

Leave a Reply