Ketua Umum Iprahumas Periode 2018-2021 Dikukuhkan

Dr. Dyah Rachmawati Sugiyanto terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas)  periode 2018-2021. Dyah yang saat ini aktif  sebagai staf pada Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) , telah ditetapkan sebagai ketua Umum Iprahumas melalui pemungutan suara yang dilakukan secara online. Proses pemilihan diikuti oleh 323 dari keseluruhan 624 anggota. 323 suara yang masuk tersebut berasal dari 227 suara anggota dari kementerian/ lembaga dan 96 suara dari anggota di instansi daerah.

Hasilnya, sebanyak 43 persen atau 138 anggota memilih suaranya untuk Dyah. Jumlah suara atau presentasi yang diraih Pranata Humas LIPI ini mengungguli keempat kandidat lainnya. Antara lain, Pranata Humas Kementerian Keuangan Siko Dian Sigit (26%), Pranata Humas Setjen DPR RI Leidena Sekar Negari (14%), Pranata Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Riski Lustiono (12%), dan Pranata Humas ANRI Tiara Kharisma (5%).

Pengukuhan Ketua Umum IPRAHUMAS yang baru, menjadi satu agenda terpenting dalam acara Konvensi Humas Pemerintah 2018 di Hotel Salak Tower, Bogor pada 7-8 September 2018.  Disaksikan oleh lebih kurang 250 Pranata Humas Indonesia, Rosarita Niken Widyastuti, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengukuhkan Dyah sebagai ketua Umum Baru Iprahumas.

Di hadapan seluruh anggota Iprahumas, Niken menaruh harapan besar. “Semoga Iprahumas sebagai forum penyampaian ide seluruh kementerian, lembaga, dan daerah dapat melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan fungsi pranata humas,” katanya. Ia pun berharap Iprahumas dapat mengawal Kemenkominfo untuk mewujudkan peningkatan tunjangan jabatan fungsional bagi pranata humas. Pernyataannya langsung disambut tepuk tangan dari seluruh peserta.

Selamatta Sembiring, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, bahwa tema yang diambil pada Konvensi Humas Pemerintah 2018 ‘Pranata Humas Indonesia Menuju Era 4.0’ kali ini sangat tepat. Humas harus dapat beradaptasi dengan perubahan, menuju era digital. Jika Humas tidak dapat beradaptasi maka akan tergilas oleh perubahan itu sendiri.Kelebihan dari Pranata Humas ini dalam menyampaikan citra Negara tidak dibatasi oleh sekat-sekat dari kementerian tertentu.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir sebagai narasumber Gerald Sebastian (Co-Founder dan Bussines Development Kanal Kok Bisa). Lebih jauh Gerald menyampaikan bahwa untuk menunjang Humas dalam era digital ini, bisa juga membuat tampilan video dengan konten edukasi. Ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi seperti : tentukan target, main character yaitu bagaimana cara menyampaikan pesan, approach bagaimana cara menyampaikan dengan senang hati atau sedih. “Kalau semua sudah dilakukan perlu mengajak orang untuk dapat dan mau melihat dengan apa yang telah dibuat dan terakhir untuk menentukan channel yang sesuai dengan pesan yang akan disampaikan,” jelas Gerald.

Hadir pula Lestantya Baskoro (Redaktur Senior TEMPO) yang menyampaikan materi tentang cara bagaimana mengenal karakteristik tulisan opini.

Pada akhir acara diadakan Talkshow ‘Pranata Humas Indonesia Menuju Era 4.0” oleh Johan Budi (Juru bicara Presiden RI) dan. Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro KLI Kementerian Keuangan. (rtn)

 

Leave a Reply