Persiapan IEYI: Delegasi Indonesia Pelajari Teknik “Story Telling” dari Peneliti LIPI

By | Berita BKHH | No Comments

Humas LIPI. Setelah menyelenggarakan Workshop Pembekalan Substansi, Presentation Skill, dan Videografi, selama dua hari pada tanggal 23-24 Juni 2020, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menyelenggarakan Workshop Science Presentation untuk mematangkan kesiapan Delegasi Indonesia di ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) tahun 2020 pada Kamis (2/7).

Sebanyak 10 peserta dari 6 projek invensi terpilih mengikuti workshop. Bersama dengan Intan Suci Nurhati, Ph.D, Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI sebagai narasumber dalam workshop ini, peserta diberikan materi mengenai teknik presentasi yang baik di ajang kompetisi internasional. Peserta juga diminta untuk praktek langsung mempresentasikan invensi mereka dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Plt. Kepala Bagian Humas LIPI Dyah Rachmawati Sugiyanto mengatakan, jika kita ingin orang percaya pada hasil penelitian kita, maka mulai dari kita sendiri juga harus yakin bahwa penelitian kita ini penting dan berguna. “Untuk itu, perlu dikemas dan dikomunikasikan dengan baik kepada audiens dan dewan juri IEYI nanti,” tuturnya saat membuka kegiatan. “Alur cerita itu penting agar pesan yang ingin kita sampaikan runut dan mudah dipahami orang lain,” tambahnya.

Pendekatan Story Telling  menjadi salah satu bahasan penting dan menarik dalam pelatihan ini  “Pengenalan perlu dibuat sederhana dengan menjelaskan manfaat yang diberikan dan siapa yang akan mendapat manfaat tersebut. Pakai pendekatan personal, ceritakan pengalaman kalian secara pribadi,” tutur Intan. “Kemudian dari sisi novelty, apakah ada kekinian alat, bila ada yang serupa, perlu dijabarkan kemajuan apa yang ditawarkan. Lalu terkait potensi kedepan dalam pemanfaatan secara masal perlu mengangkat testimoni calon pengguna dan penerima manfaat juga penting,” tambahnya.

Intan mengungkapkan, melalui pendekatan bercerita diharapkan juri merasa terkesan dan tertarik dengan tujuan invensi kalian. “Pakailah persuasif emosional selain memang kecanggihan dan manfaat invensi yang ada,” ujarnya. (shab/ ed: drs)

Paradigma Baru Riset Indonesia

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Paradigma riset di Indonesia harus berubah menuju arah kolaborasi antara peneliti dengan swasta. Dalam mewujudkan kolaborasi, dimulai dari SDM IPTEK yang ditata melalui skema manajemen talenta yang sesuai standar global. Selain itu, peneliti harus mengubah pemikirannya untuk membuka diri menjadi memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Selama ini peneliti masih berurusan dengan hal-hal hilir, hal ini tentu harus diubah. Peneliti cukup berhenti di hak paten, fokus pada kekayaan intelektual Untuk itu kolaborasi dengan swasta menjadi penting agar hasil riset bisa digunakan di masyarakat”, ungkap Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko pada Minggu (28/6) di Webinar IABIE Talks 2020 “Tribute To Habibie: Masa Depan Riset dan Inovasi Indonesia”.

Contoh yang baru saja terjadi pada iklim riset Indonesia ialah hasil kolaborasi antara peneliti dengan swasta maupun badan riset lainnya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. “LIPI melalui lab Bio Safety Level-3 dalam waktu dekat ini akan bekerja sama dengan Lembaga Eijkman dalam pengujian vaksin. Selain itu, saat ini masih berlangsung uji klinis Immunomudulator dari jambu biji merah, hasil penelitian LIPI yang berkolaborasi dengan swasta yang ditujukan bagi pasien ringan dan sedang di Wisma Atlet. Di masa depan saya berharap hal-hal seperti ini semakin meningkat karena banyak hal yang bisa dijadikan kolaborasi,” pungkas Laksana Tri Handoko. (hmw)

ENAM KARYA INVENTOR MUDA BINAAN LIPI MELAJU KE AJANG INTERNASIONAL

By | Berita BKHH | No Comments

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan mengikutsertakan enam karya para inventor muda, pemenang National Young Inventors Award (NYIA) 2019 ke ajang kompetisi International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2020. Sebagai upaya persiapan ke ajang internasional tersebut, mereka mendapatkan pembekalan dari LIPI melalui Workshop Pembekalan Substansi, Presentation Skill, dan Videografi, selama dua hari (23-24/6).

“IEYI 2020 yang sedianya akan diselenggarakan di Kazan, Rusia karena adanya pandemi global covid-19 dan atas persetujuan anggota IEYI, akan diselenggarakan secara virtual oleh Taiwan Creativity Development Association,” jelas Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI, Mila Kencana. Rangkaian kegiatan dari bulan Juni – Oktober 2020, puncaknya penganugerahan pemenang medali emas akan dilaksanakan pada tanggal 15-18 Oktober 2020 di 8th Macao’s International Innovation and Invention Expo. “LIPI akan mengirimkan 6 karya pemenang NYIA dari pemenang pertama sampai harapan ketiga dan 1 orang juri, Anto Tri Sugiharto Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI dalam IEYI tersebut,” tuturnya.

Mila juga mengatakan, karena adanya wabah Covid-19 pelaksanaan IEYI di Rusia terpaksa ditunda. IEYI tetap diadakan meskipun secara virtual. “Keuntungan mengikuti ajang IEYI antara lain pembinaan ilmiah terhadap generasi muda tidak berhenti di masa pandemi Covid-19 ini dan menjadi portofolio yang positif bagi LIPI dan Indonesia”, sambung Mila.

Dalam workshop, calon peserta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan secara virtual selama dua hari. Peserta akan mendapatkan materi: Penguatan Invensi oleh Anto Tri Sugiarto, Presentasi Invensi dengan Bahasa Inggris oleh Yutainten dan Yudie Aprianto, serta Pembuatan Video oleh Dyah Rachmawati dan Gustaf Wijaya. Selama workshop invensi peserta direview, dan akan membuat video untuk diikutkan dalam IEYI 2020.

Sebagai informasi, enam karya yang diikutsertakan yaitu: Nanoextractor, Alat Rumah Tangga Pengekstrak Herbal Kualitas Tinggi dengan Proses Suhu Rendah yang Dicapai Melalui Teknik Getar Ultrasonik pada Tekanan Vakum Menggunakan Kendali Mikrokontroler Berbasis Aplikasi Android, karya Faustina Amelia dan Imanuellenfa Tantiara Glory dari SMA Regina Pacis Bogor; “AUTICS”: Autocharging Thermoelectric Solar Sebagai Inovasi Charger Handphone Dual Sumber dengan Memanfaatkan Panas Buang Kendaraan Bermotor, karya Jasmine Shafa Kurnia dan Adlina Khairina Hisaa dari Zamzam Syifa Boarding School; Garpu Volta: Garpu Ajaib Pembangkit Listrik, karya Marcelia Sekar Ageng Perdana dan Shabrina Azadirach Putri dari SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto; Alat Perawat, Penyiram, Pemupuk dan Penjaga Kebutuhan Cabai Secara Otomatis, yang Membuat Cabai Dapat Hidup Selama 3 Tahun dan Tahan Terhadap Segala Cuaca dan Hama dengan Menggunakan Barang Bekas dan Limbah Masyarakat, karya Sandi Pamungkas dari SMA Negeri 2 Bunguran Timur; dan SWAP (Smart Waste Plastic System), karya Dyfany Aurariel Syahda dan Ninis Dyah Yulianingsih dari SMA Negeri 1 Kota Kediri; serta Say No Smoking Detector, karya Muhammad Rasyid Albanna dari SD Muhammadiyah 1 Kandang Panjang.

Peserta workshop dari SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Marcelia Sekar Ageng Perdana dan Shabrina Azadirach Putri, mengungkapkan bahwa timnya bersyukur mendapat kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi penemu remaja IEYI. Dalam workshop ini karyanya, “Garpu Volta” Garpu tanah Ajaib Pembangkit listrik, mendapatkan review dan bimbingan untuk penyempurnaan karya. Selain itu juga mendapatkan materi ketrampilan presentasi dalam Bahasa Inggris dan teknik pembuatan video. “Walau tahun ini IEYI dilaksanakan secara virtual, hal ini tidak mengurangi semangat kami untuk memberikan hasil terbaik bagi bangsa dan negara”, pungkas mereka. (tbi/ed:drs)

 

 

 

 

 

Eksplorasi Penelitian Hewan Bisa dimulai dari Hobi

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Program virtual NGAPEL (Ngobrol Bareng Peneliti), untuk keempat kalinya diadakan secara langsung melalui kanal Instagram @pirnlipi pada Selasa (16/6). Ahli zoologi Indonesia yang berfokus pada bidang herpetology, Dr. Amir Hamidy, M.Sc, pada kesempatan ini membahas mengenai keseruan dari kegiatan eksplorasi penelitian hewan.

Hamidy menjelaskan bahwa dalam eksplorasi penelitian hewan, semua orang bisa menemukan spesimen fauna baru, namun untuk mendeskripsikan dan publikasi perlu kepakaran khusus dibidang tersebut. “Menemukan jenis baru itu merupakan suatu proses panjang dimana seseorang mengkoleksi, mendokumentasikan, membuat spesimen ilmiah, mengkaji dan menganalisis hingga ditulis dalam jurnal ilmiah yang terpublish secara internasional”, terang Hamidy.

Jika dicermati, penemuan spesimen fauna baru memiliki nama-nama yang unik. Menurut Hamidy, hal tersebut merupakan hak prerogatif pendiskripsi spesimen baru. “Nama menjadi hak perogratif yang mendeskripsikan dan harus disampaikan pula etimologinya atau artinya,” jelas Hamidy. Namun, Hamidy mengingatkan bahwa penamaan spesimen tidak sembarangan. “Harus sesuai dengan tata cara penamaan fauna yaitu sesuai dengan International code of biological nomenclature yang disepakaiti secara internasional”, terangnya.

Diakhir sesi NGAPEL, Hamidy berpesan pada generasi muda Indonesia bahwa ketika kita beraktivitas di alam seperti naik gunung atau jogging, jangan hanya keluar saja. “Coba untuk mengamati jenis-jenis hewan atau tumbuhan disekitar dan dicatat apa saja yang ditemukan, lalu didokumentasi dan di folderkan untuk belajar meneliti”, tutupnya.

Program virtual ini merupakan program yang bertujuan untuk menambah wawasan bagi generasi sains Indonesia. Program ini secara khusus mengundang para peneliti dari LIPI untuk membahasa isu-isu menarik dari dunia sains secara langsung. Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan minat para remaja Indonesia terhadap sains itu sendiri. (vgs)

Keseruan Penelitian di Laboratorium sebagai Upaya Penanggulangan Covid-19

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Dalam upaya mendukung percepatan penanganan pandemi COVID-19, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turut aktif membantu penanggulangan penyakit Covid-19 melalui riset dan inovasinya dalam pengujian spesimen virus corona, pemetaan uji coba obat herbal untuk penyembuhan Covid-19, hingga pelatihan relawan untuk ditempatkan di Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3). Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI yang juga merupakan Kepala Fasilitas BSL-3 LIPI, Dr. Ratih Asmana Ningrum, membahas keseruan dan kegiatan yang dilakukan peneliti di laboratorium BSL-3 melalui program virtual NGAPEL (Ngobrol Bareng Peneliti) yang ditayangkan secara langsung melalui kanal Instagram @pirnlipi pada Kamis (28/5).

Ratih menjelaskan bahwa setiap mikroba penyebab penyakit memiliki sifat masing-masing dan tingkat bahaya yang berbeda. “Ada suatu sistem penggolongan bahaya dari level 1-4. Semakin tinggi tingkatannya maka akan semakin bahaya.” ujarnya. Laboratorium BSL-3 adalah Laboratorium yang didesain secara khusus untuk menangani, menguji, dan melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan mikroba yang tingkat bahayanya ada pada level 3, seperti virus SARS-CoV2.

Laboratorium BSL-3 berperan penting dalam upaya penanganan Covid-19. “Jika mikroba pada level tertentu diuji di Laboratorium yang tidak semestinya, maka sampel mikroba tersebut akan berpotensi untuk menginfeksi orang sekitar,” ungkap Ratih. Fasilitas Laboratorium BSL-3 LIPI memiliki infrastruktur yang lengkap dan telah bersertifikasi sesuai standar WHO sejak tahun 2018 oleh World BioHaz Tec Pte Ltd. yang diperbarui setiap tahun.

Selain melakukan deteksi dan riset di bidang Covid-19, LIPI juga telah menyelenggarakan pelatihan untuk tenaga pendukung yang akan bertugas pada garda depan dalam penanganan virus ini. “Pelatihannya meliputi tata cara penggunaan alat pelindung diri dengan benar hingga cara melakukan deteksi” jelas Ratih. Terdapat 848 orang dari seluruh Indonesia yang telah mendaftar pada gelombang pertama pelatihan ini.

Dirinya menyebutkan bahwa orang-orang yang ingin bekerja di Laboratorium BSL-3 harus sehat secara fisik, disiplin, dan dapat mengikuti prosedur yang telah disusun. “Hal ini penting untuk keselamatan bersama dikarenakan kita bekerja di dalam tim,” tambahnya.

Ratih berpesan pada generasi muda Indonesia bahwa untuk menjadi peneliti tidak terbatas pada suatu jurusan tertentu. Selain itu, dirinya juga memberikan motivasi bagi para tenaga pendukung yang bekerja di Laboratorium untuk tetap semangat dalam melakukan tugasnya. “Kita berbuat kebaikan untuk sesama dengan sisi kemanusiaan. Kita juga membantu orang yang saat ini sedang membutuhkan,” tutupnya. (sd)

Mengukur Kualitas Kebijakan di Lembaga Riset

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Peraturan Menteri PAN No 25 tahun 2020 tentang Road Map Reformasi Birokrasi tahun 2020-2024 menegaskan bahwa pengukuran kulitas Indek Kualitas Kebijakan (IKK) dari setiap instansi wajib dilakukan oleh semua instansi pusat ataupun daerah. Sebagai lembaga riset terbesar dan tertua di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memiliki tanggung jawab besar dalam kualitas kebijakan publik yang dikeluarkan, terutama mengenai lembaga riset.

“Perbaikan proses penyusunan kebijakan publik mendesak untuk dilakukan untuk mendorong efektivitas implementasi kebijakan dan efisiensi anggaran negara,” ujar Kepala Pusat Pembinaan Analis Kebijakan Lembaga Antariksa Negara (LAN), Elly Fatimah, dalam forum Sosialisasi Pengukuran Indek Kualiatas Kebijakan LIPI, Jumat (8/5).

Untuk mendapatkan profil kualitas kebijakan, LIPI menetapkan IKK menjadi salah satu target capaian kinerja mulai tahun 2020. Dalam pelaksanaanya, pengukuran IKK dari setiap instansi melekat pada tugas dan fungsi bagian atau biro hukum dan Pejabat Fungsional Analis Kebijakan. “Guna mendukung suksesnya pengukuran IKK diperlukan adanya tim khusus yang berkolaborasi dalam pengukuran ini, melibatkan bagian hukum, staf adminsitrasi dan fungsional analis kebijakan, yang berperan untuk menganalisis persoalan kebijakan, menjembatani hasil kajian, dan analisis kebijakan,” tutur Mila Kencana, Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI.

Hal ini sejalan dengan indikator keberhasilan program deregulasi nasional dalam Gerakan Indonesia Melayani sesuai PermenPAN 25/2018 turunan dari Permenko PMK No. 3/2017 tentang Peta Jalan Gerakan Revolusi Mental 2018-2019. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah harus menyiapkan semua tahapannya. Dimulai dari sosialisasi IKK, pengukuran IKK, dan advokasi terhadap peningkatan IKK.
Dimensi indek kualitas kebijakan terdiri dari agenda setting, formulasi kebijakan, implementasi kebijakan, dan evaluasi kebijakan. Semua hal tersebut merupakan hal wajib untuk diukur dari semua produk hukum yang dikeluarkan institusi Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. (rs/ed:sr)

Dukung Dunia Pendidikan, LIPI Berkontribusi dalam Akademi Edukreator

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta-Huams LIPI. Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turut berkontribusi dalam program Akademi Edukreator. Program yang digagas Kok Bisa tersebut sengaja menggandeng LIPI untuk mendukung konten yang kredibel di platform akun media sosial Kok Bisa.

“Konten dalam akun Kok Bisa banyak dimanfaatkan oleh guru, murid, dan masyarakat umum,” terang Gerald Sebastian, Founder Kok Bisa dalam Press Briefing yang dilangsungkan virtual, Selasa (5/5) kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI Mila Kencana menjelaskan bahwa masyarakat cenderung masih beranggapan bahwa riset itu tidak menarik sehingga perlu dikemas secara populer. Untuk itu LIPI dengan berbagai pihak bersama-sama meningkatkan kualitas sumber daya Indonesia khususnya generasi muda untuk memberikan pemahaman literasi sains.

“Dalam melakukan riset untuk konten edukatif, menurut Mila, ada kaidahnya, Ada metodologi yang harus dipahami, dan LIPI sudah melakukannya sejak 1968 melalui kegiatan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR). “Agar konten dapat diterima baik oleh publik yang baru mulai mempelajari riset, metodeologi ilmiah bisa disampaikan dengan format yang ringan oleh para peneliti LIPI,” tutur Mila.

Mengenai cara mengetahui kebenaran/ validitas informasi di internet, Mila mengatakan bahwa pencari informasi harus memperhatikan kredibilitas sumber informasi. “Misalnya saat mencari artikel dari sumber jurnal atau website yang terindeks global, jangan lupa cek kredibilitas sumber informasinya,”

Press Briefing yang merupakan tahap pembuka program Akademi Edukreator tersebut juga dihadiri oleh Najeelashihab (Founder Semua Murid Semua Guru) dan Hasan Chabibie (Plt. Kapusdatin Kemdikbud). (drs)

Pranata Humas LIPI Semakin Kreatif di Tengah Pandemi Covid-19

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Saat ini para pejabat fungsional Pranata Humas (Prahum) dituntut lebih kreatif lagi dalam membuat dan mengemas konten positif dalam menginformasikan kepada publik. “Selama sisa waktu Work From Home (WFH), peran prahum LIPI di tengah pandemi Covid-19 yang utama tingkatkan kreativitas dan mengaktifkan peran nya dengan mengedepankan fungsi layanan publik,” ungkap Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries, pada pembukaan acara virtual meeting Forum Pranata Humas LIPI, Selasa (28/4) . Dirinya menyebutkan, “Promosikan apapun yang baik untuk masyarakat termasuk pelatihan-pelatihan dan pembinaan ilmiah,” paparnya

Nur menyampaikan, manfaatkan waktu untuk mencari tahu, mempelajari, menulis dan menyampaikan inisiatif-inisiatif layanan publiknya LIPI terkait dengan informasi publik. “ Optimalkan produktivitas dan kreativitas, karena yang punya kreativitas adalah pranata humas. ‘Your Jobs security and your professional’,” terang nya. Nur menambahkan, Humas adalah Garda terdepannya. “Kelompok Humas ini dibawah koordinasi BKHH yang ditunjuk lembaga sebagai wakil ketua satgas Covid-19, untuk memastikan bahwa publik merasakan kehadiran organisasi maupun lembaga di tengah pandemi Covid-19,” tutur Nur.

Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI, Mila Kencana, menjabarkan jumlah pranata humas berdasarkan data dari BOSDM ada 104 orang, dengan rincian: Ahli Madya (13); Ahli Muda (40); Ahli Pertama (25); Penyelia (12); Mahir (7); Terampil (7). “Ini menjadi kekutan dan sekaligus tantangan bagaimana kita mengoptimalkan fungsi-fungsi kehumasan layanan publik secara kelembagaan, dengan memberikan kontribusi positif tidak hanya bagi individu selaku pranata humas tetapi juga pada lembaga,” papar Mila.

Mila menerangkan Humas dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi penyiapan koordinasi dan pelaksanaan hubungan masyarakat dan informasi publik. Jenis layanan disebutkannya, diantaranya: Informasi Publik; Hubungan Media dan antar Lembaga; Fasilitasi Pemasyarakatan Iptek. Dirinya juga mengatakan peran Humas lembaga adalah penting, karena perlu untuk mengetahui opini publik dan juga menjadi agen pembentuk opini publik. “Hal ini untuk membangun kepercayaan publik atas akuntabilitas lembaga melalui layanan publik dan meningkatkan konten pemberitaan baik di media online maupun media sosial,” terangnya.

“Saat pandemi Covid-19, peran Humas menjadi harapan satu-satunya yang menyiratkan bahwa kehadiran lembaga cukup eksis,” sebut Mila. Seperti komunikasi kepada publik ditunjukkan dengan sinergitas LIPI dengan media telah terjadi siknifikasi peningkatan ekspos pemberitaan LIPI. Juga ekspos kepakaran para peneliti telah dilakukan diseminasi dengan mengemas beberapa event.

Pranata Humas Madya LIPI, Dyah Rachmawati Sugiyanto memaparkan proses bisnis dan program virtual kehumasan yang berjalan dalam masa Covid-19. “Ada beberapa event yang dilakukan Tim Humas dan Informasi Publik, yaitu pameran, Layanan konten website dan Sosial Media, layanan Kepuasan Informasi Publik (KIP) dan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), Kunjungan Ilmiah, Program Virtual Kehumasan dan (Internal), Kelas Online Konsultasi; Media Briefing.

Dyah mengatakan, Tim Humas dan Informasi Publik telah menyusun program kehumasan virtual guna mempertahankan hubungan baik dengan publik dan media. “Kegiatan kehumasan harus dikemas secara kreatif dalam masa pandemi ini agar pemberitaan LIPI tetap baik, serta sebagai upaya mempopulerkan profesi dan sosok para peneliti LIPI,” ungkapnya. Dyah menyebutkan, ada empat program baru virtual untuk eksternal, (1) layanan dimulai 26 April lalu ‘NGAPEL’ ( Ngobrol Bareng Peneliti); (2)Talk to Scientist; (3) Apa kabar Diaspora?; (4) Meet The Students. “Program-program ini dilakukan secara webinar dan rencananya juga tayang di kanal video website PIRN, Kompetisi LIPI, dan Youtube LIPI Indonesia,” pungkas Dyah. (mtr/ed:drs)

 

 

LIPI SABET BRONZE WINNER PRIA 2020

By | Berita BKHH | No Comments

Pelaksanaan Penghargaan PR Indonesia Award (PRIA) tahun 2020 sedikit berbeda dari sebelum-sebelumnya. Menyikapi perkembangan informasi terbaru dari pandemi virus Covid-19 yang masih belum mereda, serta imbauan Presiden Joko Widodo untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah sementara waktu, maka acara Penghargaan PRIA 2020 diselenggarakan secara online.

PRIA tahun 2020 ini merupakan penyelenggaraan tahun ke-5, dengan sepuluh kategori yang dipertandingkan yaitu  kategori Owned Media, Kanal Digital, Program PR, Program CSR, Penanganan Krisis, Manual (pedoman) Tata Kelola Kehumasan, Departemen PR, Laporan Tahunan, Brand Visual Identity, hingga Terpopuler di Media. Peserta yang ikut berpartisipasi ada ratusan Korporasi, Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah berkompetisi di ajang PRIA 2020.

Dari sekian banyak kategori yang dikompetisikan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil menyabet penghargaan Bronze Winner untuk kategori Lembaga dengan sub kategori website. Selain LIPI dalam kategori lembaga ini juga ada Bank Indonesia, DPR, BPK, dan lain sebagainya.

Pada tahun ini, sebanyak 543 entri masuk ke meja panitia. Jumlah ini meningkat ketimbang tahun lalu yang hanya 476 entri. Adapun penjurian sesi presentasi telah berlangsung 3 – 5 Maret 2020.

Sedangkan penjurian sesi non-presentasi dilaksanakan dilaksanakan 23 – 25 Februari 2020. Kedua penjurian dilaksanakan di Jakarta dan melibatkan sekurangnya 13 orang juri, dari kalangan praktisi PR senior, jurnalis terkemuka, akademisi senior, hingga PR Gurus.

Dalam sambutannya, Founder dan CEO PR INDONESIA Asmono Wikan menuturkan bahwa komunikasi di saat ini menjadi penting maknanya, komunikasi yang dapat mencerahkan,  memberikan harapan, dan peran humas menjadi krusial dalam upaya bangkit dari krisis contohnya di saat seperti ini.

Penghargaan bergengsi ini diharapkan akan lebih memacu kinerja para humas di Indoneisa untuk terus memberikan dan mempersembahkan hasil karya dibidang kehumasan yang lebih baik dan lebih memasyarakat. (Rdn/ed:yd)

 

 

Perwakilan LIPI dapatkan nilai terbaik dalam Diklat Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) Tingkat Keahlian Angkatan I

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta – Diklat Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) Tingkat Keahlian Angkatan I telah resmi ditutup pada hari Jumat (13/03/20). Penutupan dilakukan secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat dan Sertifikasi Fungsional Pusdiklat Kementerian Kominfo, Hendratno.

Sebanyak 19 orang perwakilan dari 6 Instansi telah menyelesaikan diklat Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Kementerian Kominfo di Pusdiklat Kementerian Kominfo, Jalan Raya Kelapa Dua No. 49-D Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11550.

Hendratno dalam dalam sambutannya pada acara penutupan Diklat Jabatan Fungsional Pranata Humas secara khusus mengucapkan selamat kepada seluruh peserta diklat karena telah menyelesaikan seluruh rangkaian diklat dengan baik walaupun tahun ini merupakan pertama kalinya Pusdiklat Kominfo menggunakan sistem online berbasis LMS. “Saya senang karena seluruh peserta dapat mengikuti dengan baik seluruh rangkaian diklat dan ujian secara daring yang mana pertama kali dilaksanakan menggunakan Learning Management System (LMS)”, ujar Hendratno.

Hendratno juga memberikanan apresiasi khusus kepada tiga peserta yang mendapatkan nilai terbaik selama mengikuti diklat. Salah satu peserta yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Herning Meiana Putri, dari Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas (BKHH) LIPI.

Dalam pembacaan laporan dalam penutupan diklat, diungkapkan bahwa berdasarkan hasil penilaian, seluruh peserta diklat dinyatakan lulus dan ada 3 peserta yang berhak memperoleh piagam penghargaan. Peringkat pertama diraih oleh Nur Asyiah dari Kementerian PUPR dengan nilai 83,7. Sedangkan peringkat kedua diraih oleh Herning Meiana Putri dari LIPI dengan nilai 83.2 dan ketiga diraih oleh Brigitta Tri Maryani dari PemKab Blora dengan nilai 82.5.

Diklat Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) Tingkat Keahlian Angkatan I dilaksakan selama 26 hari mulai dari 17 Februari 2020 hingga 13 Maret 2020. LIPI mengirimkan 6 orang dalam diklat ini. (vgs)

DARURAT COVID-19 LAYANAN PPID ONLINE LIPI TETAP DIBUKA

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, Humas LIPI. Menyusul ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemik global oleh WHO, pemerintah Indonesia menetapkan status Darurat Covid-19 sejak 29 Februari hingga 29 Mei 2020. Menghadapi situasi darurat ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berkomitmen untuk tetap menjalankan tugas dan fungsi Pusat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PPID) LIPI sesuai arahan pemerintah terkait social distancing. Mila Kencana, Kepala PPID LIPI sekaligus Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI menegaskan bahwa PPID LIPI tetap akan menerima layanan informasi publik dengan sistem online. “Harap disampaikan ke publik apabila ada yang bertanya, bahwa PPID LIPI tidak tutup hanya sekarang via online. Apabila memang sangat urgent dan mendesak bisa kita temui asalkan menjaga sosial distancing.” jelas Mila di Jakarta pada Jumat (19/3).

Mila menyebutkan, sejak 2010 LIPI telah mengaplikasikan layanan keterbukaan informasi publik berbasis online sebagai upaya penciptaan open government. “Melalui layanan berbasis online ini, permohonan informasi diharapkan dapat diproses secara cepat atau maksimal 10 hari kerja, sesuai standar waktu layanan dalam Undang-undang No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” jelasnya.

Diberlakukannya pelayanan informasi publik melalui sIstem online ini pun dibenarkan oleh Dyah Rachmawati Sugiyanto, Kepala Bagian Humas dan Informasi Publik LIPI. “Masyarakat tetap dapat mengajukan permohonan informasi melalui KIP Online LIPI, yang bisa diakses melalui website www.ppid.lipi.go.id di menu Registrasi.” ungkap Dyah. Ia juga menekankan bahwa website ini disediakan untuk memudahkan masyarakat mengajukan permohonan informasi publik. Melalui website ini, pemohon informasi cukup mengajukan permohonan serta mengunggah dokumen yang menjadi syarat kelengkapan secara online.

Selain melalui website, LIPI juga membuka akses bagi masyarakat untuk mengajukan permohonan melalui surat tercatat dan surat elektronik (e-mail). Surat tercatat dapat langsung dialamatkan ke kantor LIPI sementara e-mail dapat ditujukan ke alamat e-mail ppid@mail.lipi.go.id. Email ini diperuntukan khusus bagi pemohon yang ingin langsung mengajukan permohonan informasi kepada PPID LIPI.

Pelayanan informasi online LIPI juga dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile PPID LIPI yang bisa di unduh langsung melalui Android smartphone di Google Play Store. Melalui aplikasi ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan oleh LIPI selaku Badan Publik dalam upaya terciptanya Open Government. “LIPI senantiasa berkomitmen untuk selalu berinovasi dalam upaya meningkatkan layanan publik. Salah satunya dengan Aplikasi Mobile PPID LIPI untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi.” terang Dyah. (hmn/ed:iz)

WEB PPID LIPI TERUS LAKUKAN PEMUTAKHIRAN DATA

By | Berita BKHH | No Comments

Jakarta, humas LIPI. PPID LIPI terus melakukan perbaikan dan peningkatan layanan publik. Belum lama ini Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI telah melakukan koordinasi bersama dengan satuan kerja di LIPI seperti Biro Sumber Daya Manusia (BOSDM), Inspektorat, Biro Perencanaan Keuangan (BPK), Biro Umum dan Pusat Data Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDDI) yang terkait dengan informasi publik pada Jumat (13 Maret 2020) bertempat di Jakarta. “Pertemuan ini dimaksudkan untuk pemutakhiran data informasi publik, selain untuk updating laporan pengaduan kelayakan publik,” jelas Mila Kencana, Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas (BKHH) LIPI mengawali koordinasi tersebut. Menurut Mila, PPID bukan hanya tanggung jawab BKHH saja tetapi merupakan tanggung jawab bersama semua satuan kerja yang ada di LIPI, tegas Mila.

 

Lebih lanjut, Dyah Rachmawati Sugiyanto, Kepala Bagian Humas LIPI sampaikan pada kesempatan tersebut bahwa “data sumber daya manusia LIPI masih perlu di-update untuk memenuhi informasi public,” tegas Dyah. “Sementara data personil pegawai LIPI seperti pangkat, gelar dan lainnya yang terkait dengan identitas pegawai perlu mendapat perhatian,” lanjut Dyah. “Terkait publikasi yaitu data kepakaran dari masing-masing selama ini masih sulit untuk mencarinya,” ungkap Dyah. Untuk itu perlu adanya kesepakatan bersama untuk kemudahan publik dalam mencari data kepakaran seseorang di LIPI, misalnya dengan adanya kata kunci yang dapat memudahkan dalam pencarian kepakaran seseorang di LIPI, menurutnya.

 

Menanggapi terkait data kepakaran ini, Heru Santoso, Kepala Biro Organisasi dan  Sumber Daya Manusia “Sebenarnya data kepakaran ini sudah seringkali dibahas tetapi selalu mengalami kegagalan titik temu. Melalui petemuan ini jika disepakati sebaiknya berdasarkan database seperti yang telah dipakai di Google,” jelas Heru. Masalah kepakaran ini sebenarnya dapat dibagi dalam beberapa kategori seperti data kepakaran formal, ini merupakan data kepakaran yang dimasukkan berdasarkan SK. Ada juga orang yang dianggap pakar disatu bidang ilmu seperti dasarnya dilihat dari track record yang bersangkutan,” lanjut Heru.

 

“Sebaiknya data terutama data pribadi pegawai tetap harus dibedakan antara yang untuk kepentingan publik dan juga data yang seharusnya dirahasiakan dalam instansi yaitu penyampaian dalam sistem Westle Blowing System (WBS),” sambung Hiskia, Kepala Inspektorat LIPI. Walaupun data tersebut diperlukan untuk pengaduan ke PPID tetapi kita tetap harus berhati-hati untuk data pribadi kepegawaian, sebaiknya yang ditampilkan dan dapat diakses oleh publik adalah data umum saja. Karena dikhawatirkan data tersebut dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, tegas Hiskia.

 

Sementara itu Biro Perencanaan Keuangan akan membuat terlebih dahulu list data-data pedoman keuangan yang boleh diakses untuk publik. Biro Umum lebih banyak terkait dengan data kearsipan, dimana data ini akan sangat sulit jika secara keseluruhan data harus ditampilkan. Yang terpenting dalam data yang diakses dicantumkan link yang dapat menjelaskan suatu informasi terkait.

 

Dari pertemuan tersebut telah disepakati bersama untuk layanan publik ini, yang menjadi tanggung jawab BOSDM terkait kepakaran, serta sinkronisasi data pegawai/SDM iptek. Sementara untuk Inspektorat yang diperlukan adalah terkait dengan data LKHPN, Kanal LKHPN di website PPID LIPI agar langsung di link ke web LKHPN KPK sementara untuk LKHSN tidak perlu ditampilkan. (Rdn/ed:yd/humas)

Kunjungan Kerja Komisi VII ke Kalimantan Utara

By | Berita BKHH | No Comments

Humas, Tarakan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) turut serta dalam kunjungan kerja yang dilakukan Komisi VII DPR RI ke Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Selasa-Rabu (2-3/3).

Menurut Agus, selain fokus terhadap pengembangan dan pengelolaan sumberdaya alam, LIPI juga berupaya dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, khususnya mendorong ketertarikan dalam melakukan riset sejak usia dini . “Hal ini merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan pola pikir kritis yang nantinya membuat mereka turut serta berkontribusi dalam memecahkan masalah yang dihadapi daerah,” kata Agus. Dirinya mengingatkan, menanggapi kayanya potensi alam yang ada di Kaltara ini, maka pemerintah perlu mempersiapkan generasi muda sebagai aktor dalam pengelolaan sumberdaya yang ada.

Selanjutnya, LIPI juga berkesempatan memberikan sampel teknologi pengalengan dan hasil produk pangan olahan dari Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna LIPI kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Penyerahan secara simbolik dilakukan oleh perwakilan LIPI kepada Gubernur. “Produk tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengembangkan potensi daerah dengan alih teknologi yang ada agar dapat selanjutnya dapat meningkatkan nilai tambah terhadap segala sumberdaya yang ada di Kaltara” tutup Agus. (yud/Ed: Dim)

LIPI PERKUAT PENELITIAN JENIS ASING INVASIF DAN DAMPAKNYA BAGI EKOSISTEM DAN BIOTA

By | Berita BKHH | No Comments

Humas LIPI, Cibinong. Jenis Asing Invasif menjadi ancaman global bagi biodiversitas global karena memiliki kemampuan dalam mendominasi wilayah baru yang berdampak terhadap tatanan ekosistem lokal dan merugikan secara ekonomi.” Ditempat baru, mereka belum atau relatif sedikit memiliki musuh alami (predator atau parasitoid), sehingga populasi mereka dapat meningkat dengan cepat,” jelas Gono Semiadi pada acara pertemuan Tim IAS LIPI di Gedung Botani-Mikrobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong pada 4 Maret 2020.

 

Lebih lanjut Gono yang merupakan peneliti utama di Pusat Penelitian Biologi LIPI bidang Mikrobiologi ini menjelaskan bahwa ”Permasalahan jenis asing di Indonesia menjadi lebih kompleks, karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan dua pengaruh zoogeografis,” tegas Gono. “Kehadiran jenis asing invasif menjadi ancaman bagi keunikan biodiversitas dan menjadi OPT yang menimbulkan kerugian secara ekonomi. Oleh sebab itu perlu adanya koordinasi antara instansi terkait dalam rencana penanggulangannya,” imbuhnya.

 

Diharapkan dari pertemuan tim ini akan dapat memberikan hal-hal yang dapat memperkuat penelitian Jenis Asing Invasif. “Dari pertemuan ini nantinya akan ada updating terkait dengan adanya Peraturan Terbaru IAS di Indonesia dan CBD, tentang kegiatan penelitian IAS, kekinian jumlah invasive species, jenis fauna dan tumbuhan introduksi yang berpotensi menjadi invasive, kolaborator penelitian,” tambah Gono.

 

Seperti diketahui bersama bahwa Jenis Asing Invasif (JAI) merupakan spesies yang yang diintroduksi baik secara sengaja maupun tidak disengaja dari luar habitat alamnya, bisa pada tingkat spesies, subspesies, varietas dan bangsa. Meliputi organisme utuh, bagian-bagian tubuh, gamel, benih, telor maupun propagul yang mampu hidup dan berreproduksi pada habitat barunya yang kemudian menjadi ancaman bagi biodiversitas, ekosistem, pertanian, sosial ekonomi maupun kesehatan manusia pada tingkat ekosistem individu maupun genetik (CBD-UNEP).

 

Karena dianggap hal ini sangat penting dan memerlukan perhatian bersama maka dalam rangka persiapan event The Third ASEAN Conference on Biodiversity di Kula-Lumpur, Malaysia pada tanggal 16-20 Maret 2020, maka Indonesia sebagai National Focal Point SBSTTA CBD perlu merangkum dari para peneliti yang bergerak pada bidang ini khususnya di LIPI. Hadir dalam pertemuan tersebut seperti peneliti Pusat Penelitian Biologi, Peneliti Kebun Raya Cibodas dan sebagainya.

 

Pada pertemuan tersebut disampaikan paparan dari beberapa peneliti diantaranya Cahyo Rahmadi (Peneliti Pusat Penelitian Biologi) yang menyampaikan kegiatan penelitian dan kebijakan yang pernah diambil terkait hewan IAS Indonesia, Haryono (Peneliti Pusat Penelitian Biologi) menjelaskan Invasive Alien Spesies untuk Ikan, Ristiyanti Marsetiyowati Marwoto yang menyampaikan paparan terkait invasive alien species untuk Molusca, Awit Suwito (Peneliti Serangga Pusat Penelitian Biologi LIPI) yang menyampaikan tentang invasive alien species untuk serangga. Sedangkan kegiatan invasive alien species untuk tumbuhan masing-masing disampaikan oleh Sunaryo (Peneliti Kebun Raya Cibodas) dan Decky Indrawan Junaedi (Peneliti Kebun Raya Bogor).(Rdn/ed: Dim)