Warga Desa Renrua, Atambua, NTT Berlatih Membuat Kompos

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan Diseminasi hasil penelitian dengan tema “Pengenalan Konservasi  dan Pengembangan Potensi Daerah”, Rabu (13/12) lalu,  di  Atambua, Kabupaten Belu, Desa Renrua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ucu Yanu Arbi, M.Si (Kepala UPT Balai Konservasi Biota Laut, Bitung) mewakili Pimpinan LIPI pada saat membuka kegiatan di Desa Renrua, Atambua, mengatakan,  hasil dari penelitian LIPI yang didiseminasikan ke masyarakat untuk memberikan manfaat. Pada kesempatan tersebut, LIPI juga memberikan  pelatihan pembuatan pupuk Kompos  dengan bahan baku dari apa yang terdapat di desa Renrua seperti alang alang. “Diharapkan nantinya masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan dari hasil pupuk kompos ini sehingga dapat membuat sendiri dan mempergunakannya untuk tanaman apa saja,” ungkap Ucu.

Saat itu juga hadir Ferry Kase,S.H anggota Komisi VII DPR RI yang menyambut positif diseminasi Iptek yang dilakukan oleh LIPI. “Dengan diseminasi, program dan hasil penelitian LIPI akan tersosialisasikan ke masyarakat daerah dan akan memberi manfaat yang signifikan,” tuturnya. Selanjutnya  Ferry berpesan agar masyarakat menyerap betul apa yang disampaikan oleh LIPI, terutama pelatihan pembuatan Pupuk Kompos yang bahannya dari alang –alang yang banyak terdapat di Desa Renrua.

Pelatihan Pembuatan Kompos

Sebanyak 140 petani hadir dalam pelatihan Pengenalan Konservasi dan Pengembangan Potensi Daerah: Pembuatan Pupuk Kompos. Kegiatan dipandu oleh  Dedi Damhuri, dari  Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Dedi menyampaikan bahwa apabila satu ton  bahan yang disiapkan akan dapat menghasilkan 800 Kg pupuk kompos.

Selama ini petani di desa Renrua bercocok tanam masih secara tradisional yaitu dengan berpindah pindah tempat dan  teknik bercocok tanam dengan penggunaan pupuk belum diterapkan apalagi cara pembuatannya. Kehadiran LIPI diharapkan melalui diseminasi ini akan mengubah pola cara penanaman dan pemupukan sehingga potensi daerah yang ada selama ini    belum dimanfaatkan akan segera dimanfaatkan. Kepala Desa Renrua dan para warga merasa bangga atas kehadiran LIPI, sehingga masyarakat Renrua bertambah pengetahuan tentang pembuatan pupuk dan konservasi dari tanaman yang selama ini mereka tidak lindungi sehingga semakin berkurang  bahkan ada yang sudah tidak ada lagi. Selain pelatihan pupuk kompos, LIPI juga memberikan bantuan  bibit tanaman berupa mangga sebanyak 1000 bibit dan bibit kultur jaringan Jati Platinum sebanyak 3000 bibit untuk peserta Diseminasi.

Eduardus Kabau  selaku Kepala Desa Renrua, Kabupaten Belu, Atambua  menyampaikan bahwa desa Renrua ini merupakan desa sangat tertinggal dimana dari daerah sekitarnya di Kabupaten Belu, Desa Renrua jauh ketinggalan, untuk itu Kepala Desa menghimbau kepada masyarakat untuk membuang sifat curiga dan menerima  segala bantuan dari luar agar desa Renrua ini dapat berkembang. “Kehadiran LIPI sangat mempunyai arti dalam peningkatan dan menambah ilmu pengetahuan khususnya bagi petani Renrua yang selama ini tidak mempunyai kemampuan dalam mengolah tanah mereka, tutur Edua. “Ini merupakan berkat atas kedatangan LIPI ke Desa Renrua, untuk itu saya mengajak masyarakat Desa Renrua agar singkirkan hal-hal negatif, dan harus buka diri  untuk maju  bersama mengikuti kota di Atambua,  karena desa tertinggal membutuhkan pencerahan dan membuka pikiran masyarakat,” tambahnya. (ks/drs)

 

Leave a Reply