Purbalingga Menjadi Tuan Rumah PIRN XVII

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali akan menyelenggarakan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) ke- XVII pada 8-15 Juli 2018 di Purbalingga. PIRN akan diikuti 600 peserta yang terdiri dari 450 siswa dan 150 guru. Pada tahun ini, peserta terdiri dari SMP, MTs, SMA, SMK, MA dan sederajat. Tiap sekolah mengirim 3 siswa dan 1 guru sebagai calon peserta.

“Kegiatan dalam PIRN XVII berupa pembimbingan menulis karya tulis ilmiah, materi metodologi penelitian dalam kelas di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), teknik (IPA-Tek), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan pelatihan penelitian di lapangan. Tahun ini akan ada juga kegiatan tambahan seperti i inspirational talk, juga workshop bagi guru pembimbing,” jelas Indriyani, Kepala Bagian Bina Ilmiah Masyarakat.

Indriyani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersedia menjadi tuan rumah kegiatan PIRN XVII. “PIRN tahun 2019 rencananya akan diselenggarakan di Banyuwangi. LIPI menawarkan ke pemerintah daerah yang potensial untuk menjadi tuan rumah PIRN selanjutnya. Kalau memilih daerah mana, kami tidak dalam porsi memilih kerena berdasarkan pada kesediaan pihak pemda sendiri,” kata Indriyani.

“Jika ada dua daerah yang bersamaan mengajukan diri menjadi tuan rumah maka akan dipertimbangkan, tergantung kesiapan daerah-daerah tersebut,” ungkap Indriyani. “Tahun lalu, daerah Aceh dan Bulukumba bersedia ingin menjadi tuan rumah PIRN, tetapi kita lihat yang paling siap dalam hal memenuhi standar prosedur penyelenggaraan, infrasutruktur kemudian budgeting,” tambahnya.

Indriyani menyebutkan, keunikan lokasi PIRN tahun ini adalah pada potensi daerah. Purbalingga memiliki daerah industri kreatif. Contoh produk industry tersebut adalah bulu mata, wig, knalpot kendaraan, dan industri film yang mulai menggeliat. “Tahun lalu, PIRN di Aceh mengangkat tema ekonomi dan daya saing dengan mengkaitkan pada aspek bencana seperti pasca tsunami dan perekonomian pasca bencana,” sebutnya. “Tahun ini kita akan adakan Mini Expo yang akan menampilkan tentang penelitian LIPI, Pemda Purbalingga juga mengajak ke satuan daerahnya apa yang akan dipamerkan,” tambahnya.

Menurut Indriyani, jadi PIRN tidak hanya sebagai ajang pelatihan metodologi penelitian biasa tetapi bisa menarik minat orang untuk datang melihat pameran, hasil penelitian, melihat potensi ekonomi daerahnya.   (tj/drs)

Leave a Reply