Intel ISEF 2017:Memahami Peranan Sains lewat pembinaan Generasi Muda

Dalam rangka pembinaan ilmiah kepada generasi sains muda Indonesia,  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  bekerjasama dengan Intel berpartisipasi dalam ajang Intel International Science and Engineering Fair (IISEF)  di Los Angeles Convention Center,  California,  14-19 Mei 2017.

Ajang bergengsi yang melibatkan 1700 peneliti muda pra kuliah dari seluruh dunia ini sudah 17 tahun melibatkan kerjasama di antara Intel dengan Science for Society and Publics (SSP)  dimana LIPI baru bergabung dan berafiliasi dengan IISEF sejak tahun 2011 dengan mengirimkan para pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja Indonesia (LKIR)  sebagai wakil dari delegasi Indonesia.

Tahun ini,  LIPI mengirimkan 5 projek penelitian,  yang melibatkan 7  siswa  SMA finalis,  2 siswa pengamat dan 1 siswa SMP yang juga merupakan perwakilan Indonesia di ajang Intel International Broadcom Master, yakni ajang pengenalan sains bagi remaja di bawah usia 15 tahun. Delegasi Indonesia LIPI yang berangkat antara lain adalah pemenang teraeleksi LKIR 2016 yakni Chyntia Silvi Yanti Hasan dan Zahratul Jannah dari SMAN 80 Jakarta melalui karya mereka yang berjudul “Why does House Gecko (Cosymbotus platyurus)  prefer living in our home? “, Azizah Dewi Suryaningsih dari SMAN 1 Yogyakarta dengan judul Bamboo Clumps as an natural barrier of Pyroclastic Flows in Merapi Volcano,  Shofi Latifah Nuha Anfaresi dan Intan Utami Putri dari SMAN 1 Sungailiat dengan judul Bangkasand: an effective Removal for Pb II in Tin Mining Area,  Miranti Ayu Kamaratih dan Octiafani Isna Ariani dari SMA Al Hikmah Surabaya dengan judul A Novel of Red Dragon Fruit Peel Extract as Dye Sensitized Solar Cells Appkication,  dan Latifah Maratun Sholikhah dari SMAN 1 Teras dengan judul Abandon Children. Sedangkan perwakilan Indonesia untuk ajang Intel International Broadcom Master adalah  Maliya Finda Dwiutami dari SMP IT Al Qhudwah.

Delegasi Indonesia juga diwakili okeh pemenang Olimpiade Penelitian Siswa (OPSI)  2016 yang diwakili oleh Najmuna Ratri Lakshita dan Sakina Yaumil Fitri dari SMAN 1 Yogyakarta dengan penelitian berjudul Scientific Wisdombehind Yogyakarya Palace’s Sustainable Resilience to Natural Hazards,  Made Radikia Prasanta dan Bagus Putu Satria Suarima Putra dari SMA Negeri Bali Mandara dengan judul penelitian Smart Digital Psychrometer for Forecasting Local Weather,  dan Tri Ardiansa dari SMAN 3 Semarang dengan judul Novel Anti-Radiation Polypropylene-Eggshell Composite.

seluruh peserta Intel ISEF menghadiri acara pembukaan (15/5) yang dibuka oleh Rosalind Hudnell, President,  Intel Foundation dan Maya Ajmera,  President dan CEO Society for Science & the Public. Ajang ini juga melibatkan keynote speech dari Manu Prakash,  Assistant Profeasor of Bioengineering Stanford University.”Saat ini waktunya memasuki Frugal Science, dimana ilmu pengetahuan adalah untuk semua orang dan bawalah pengalaman bukan hanya ilmu pengetahuan. Sekarang adalah saatnya  untuk bukan bertanya apa yang bisa aku lakukan,  tapi apa yang harus aku lakukan” tegasnya.

Selama 4 hari kedepan remaja dari seluruh dunia akan berlaga di ajang kompetisi prestisius ini. Tidak hanya kompetisi, rangkaian kegiatan berupa Intel ISEF Alumni Entrepreneur Panel dan Excellence in Science and Technology Panel menghadirkan penerima Nobel dan peraih Fellow maupun medali di ajang inovasi teknologi bertujuan untuk menginspirasi remaja dari seluruh dunia untuk menekuni bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keikutsertaan Indonesia di ajang Intel ISEF adalah bentuk kerjasama yang erat diantara pemerintah,  pihak swasta, maupun pihak terkait dalam mendidik remaha Indonesia dengan memberikan mereka wawasan dan pengalaman internasional. Semoga mereka dapat memberikan yang terbaik untuk bangsa. Garuda Jaya, Indonesia Juara. (yt)

 

Leave a Reply