Ecodome: “Rumah Masa Depan”, Ada di Kebun Raya Bogor

Ecodome atau disebut sebagai “rumah masa depan”. Ecodome diluncurkan di Kebun Raya Bogor setelah sebelumnya dipamerkan di Philadelphia, Amerika Serikat oleh Pemerintah Belanda. Indonesia menjadi lokasi ketiga setelah Amsterdam, Belanda dan Philadelphia, Amerika Serikat yang disinggahi Ecodome.

Berkat kerja sama antara Kebun Raya Bogor LIPI, Kedutaan Belanda, dan Erasmus Huis. Keberadaannya di Kebun Raya Bogor LIPI berlangsung selama satu tahun ke depan, yakni dari November 2017 hingga November 2018. Pengunjung dapat berkunjung pukul 08.00-12.00 WIB dan pukul 13.00-15.00 WIB.

Ecodome merupakan wahana yang di dalamnya terdapat tanaman-tanaman yang ditata sedemikian rupa sehingga memberikan nilai artistik. Di dalam Ecodome ini terdapat wahana pendidikan lingkungan, kegiatan pameran yang berkaitan dengan lingkungan dan iptek, ekosistem, seni, musik dan budaya.

Inovasi-inovasi yang terdapat di dalam Ecodome di antaranya pintu iklim yang sehat di mana pintu tersebut dapat membersihkan 10.000m/kubik udara kotor perjam melalui sebuah saringan tertentu.

Selain itu, desain bagian luar dari Ecodome dilapisi dengan lumut, di mana lumut tersebut dapat menjaga air hujan serta menyerap bakteri dari udara. Bangunan ini kaya akan tanaman dan bunga tropis, serta bidang di tengah-tengah dome terdapat sebuah kontruksi besar tingginya 10 meter yang berwarna oranye dengan sejumlah bangku untuk duduk-duduk. Pengunjung dapat duduk dan menikmati pemandangan khusus di sini.

Bangunan berbentuk kubah tersebut, bukan hanya sekadar wahana, namun juga dipamerkan berbagai teknologi mutakhir yang bisa digunakan manusia dalam rumah tangga. Model bangunan Ecodome berupa kubah memiliki filosofi bangunan sangat kokoh terhadap angin, dan cuaca apapun. Selain itu permukaan kubah yang transparan berfungsi untuk menyerap matahari yang dapat manfaatkan oleh tanaman untuk fotosintesis.

Teknologi tersebut seperti mendaur ulang air hujan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan minum, masak, dan mandi. Tak hanya itu, pemanfaatan sinar matahari yang bisa menghasilkan banyak energi. Seperti yang dilansir dari salah satu media, Ecodome memiliki suhu ruangan sehat melalui sebuah filter partikular yang dapat membersihkan 10 ribu meter kubik udara kotor per jam.

Sebagai informasi, Ecodome dikembangkan oleh Nico Wissing dan Lodewijk Hoekstra dari NL Greenlabel, yang bertugas di Kementerian Urusan Ekonomi Belanda. Ide untuk membuat Ecodome ini diciptakan 10 tahun lalu, dengan menghubungi para peneliti di Fakultas Teknik Universitas Delft.

Setelah bertahun-tahun bekerja keras, akhirnya ecodome tumbuh menjadi sebuah oasis yang inovatif. Dengan teknik dan konsep alami yang mempromosikan kemajuan serta karakter ‘hijau’ dari pemerintahan Belanda

Respon Pengunjung

Sayangnya, karena kurangnya promosi pengunjung tidak mengetahui bahwa adanya wahana seperti Ecodome di Kebun Raya Bogor. Seperti yang dikatakan pengunjung di Kebun Raya Bogor, Kamis (18/1). Sekelompok mahasiswa dari Universitas Pakuan Bogor, mereka sedang berkeliling sambil mengambil foto-foto tanpa mengetahui bahwa wahana yang sebagai objek foto tersebut bernama Ecodome. “Kami ke Kebun Raya Bogor untuk mengadakan latihan dasar kepemimpinan, yang bertujuan mempererat hubungan antar anggota kami. Tidak tahu bahwa di Kebun Raya Bogor ada Ecodome,” kata Andi, salah satu mahasiswa. “Kami mengunjungi Kebun Raya Bogor karena tempatnya adem, dan banyak tanaman yang bisa kami lihat. Dan juga karena udaranya bersih,” sambungnya. (tj/sf/drs)

Leave a Reply